Untitled Document

|
| Sabtu, 29-11-2008 | | Diare Serang 849 Balita |  | Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare yang setiap saat bisa mengancam. Sampai Jumat 28 November, angka penderita diare di Kabupaten Soppeng masih tinggi. Penyakit disentri itu kebanyakan menyerang anak usia di bawah lima tahun (balita).Hingga November ini, sudah ada 849 pasien penderita diare yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Ajappange. Namun jumlah itu menurun bila dibanding pada waktu yang sama pada 2007 yang mencapai 1.315 balita.
|
| | Jumat, 07-11-2008 | | Pasien Diare Sesaki RSUD Ajjappange |  | Bangsal perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajjappange Soppeng disesaki pasien diare, Kamis 6 November. Rata-rata yang terserang diare, anak di bawah lima tahun (balita). Berdasarkan data petugas perawatan anak di RSUD Ajjappange menyebutkan, pada Oktober lalu terdapat 72 balita yang menjalani perawatan di rumah sakit tipe C tersebut.
|
| | Sabtu, 19-04-2008 | | Perlu Sosialisasi Jamkesmas |  | LEMBAGA Pengkajian Hukum dan Kesehatan (el-HAK) menilai perlunya sosialisasi pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Soppeng. Sebab banyak kalangan yang belum mengetahui aturan tentang warga yang berhak mendapatkan Jamkesmas.Ketua el-HAK, Hendra Sudrajat, mengatakan, lembaga yang dipimpinnya banyak mendapat aduan masyarakat miskin yang sempat ditolak petugas PT Askes di RS Ajjappange, Watansoppeng.
|
| | Sabtu, 19-04-2008 | | Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal Dunia |  | Bocah yang menderita gizi buruk bernama Melisa, 11 bulan, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daera (RSUD) Ajjappange, Watansoppeng, Kamis dinihari lalu.Sebelum meninggal dunia, Melisa sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit itu. Melisa adalah warga Desa Sering, Kecamatan Donri-donri.
|
| | Jumat, 14-03-2008 | | Survei Akreditasi RSU AjappangE |  | TIM Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Departeman Kesehatan akhirnya melakukan survei akreditasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AjappangE, Soppeng, Kamis, 13 Maret. Tim KARS dipimpin Boedihartono dan beranggotakan empat orang; Sudasri, Anggereni Wiyono, M Amatyah, dan Rasmanawati.
|
| | Selasa, 26-02-2008 | | Dinas Kesehatan Tunggu Laporan BPOM |  | Dinas Kesehatan Soppeng memilih menunggu laporan resmi dari BPOM Makassar terkait dugaan peredaran susu formula dan makanan bayi berbahaya di pasaran. Dugaan ini mulanya dilontarkan tim peneliti asal Institut Pertanian Bogor (IPB)."Kita belum bisa melakukan tindakan. Pasalnya, selain belum menerima surat pemberitahuan (edaran, Red) dari BPOM Makassar," tegas Kepala Seksi Farmasi, Pengendalian Obat dan Makanan Dinkes Soppeng, Sukmawati, Senin, 25 Februari.
|
| | Selasa, 19-02-2008 | | Tiga Puskesmas Dapat Ambulans |  | GUNA memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, pemerintah Soppeng menyerahkan tiga unit mobil ambulans bagi tiga puskesmas. Puskesmas yang mendapatkan ambulans jenis Toyota Innova adalah Puskesmas Salotungo, Puskesmas Batu-batu, dan Puskesmas Malaka.Ketiga mobil ambulans tersebut diserahkan Wakil Bupati Soppeng, Andi Sarimin Saransi, di Lapangan Gasis Soppeng, Senin, 18 Februari.
|
| | Selasa, 28-08-2007 | | Tim Tidak Temukan Produk Berformalin |  | Tim terpadu Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Soppeng yang sejak dua pekan terakhir turun melakukan operasi di pasar tradisional dan toko, hingga, Senin, 27 Agustus, belum menemukan produk yang mengandung formalin.Tim terpadu itu terdiri atas Dinas Koperindagtamben, Dinas Kesehatan dan Kessos, Kodim 1423, Polres, Satpol PP, Dinas Kesbang, Linmas dan Infokom Soppeng.
|
| Hal :1 Halaman 1 - 12 dari 0 halaman | |
|
|
 |
|
|