Untitled Document

|
| Kamis, 07-05-2009 | | Diskes Maros Terima Bantuan Vaksin Flu Babi |  | MAROS -- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Maros menerima bantuan vaksin flu babi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Rabu, 6 Mei. Sedikitnya 50 vaksin flu babi yang diterima.Kepala Dinas Kesehatan Maros, Firman Jaya, mengatakan, angka tersebut merupakan jatah dari provinsi untuk masing-masing kabupaten di Sulsel. Kini, vaksin H1NI1 itu masih disimpan di kantor dan belum dibagi ke tiap Puskesmas.
|
| | Selasa, 10-02-2009 | | Pelayanan Pukesmas Cenrana Dikeluhkan |  | Maros, Tribun - Pelayanan Puskesmas Cenrana, Kecamatan Cenrana, dianggap tidak maksimal oleh masyarakat. Setidaknya, ini salah satu keluhan Ketua Karang Taruna Cenrana, Nurdin, Minggu (8/2).
|
| | Selasa, 10-02-2009 | | Dinkes Maros Gelar Fogging di Titik Rawan DBD |  | TRIBUN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros kembali melakukan fogging atau penyemprotan di beberapa titik yang dianggap rawan penyebaran nyamuk Aedes Agepty, penyebab penyakit demam berdarah dangue (DBD).
|
| | Rabu, 24-12-2008 | | Kadiskes Keluhkan Keterlambatan DAK |  | MAROS -- Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Maros, HA Firman Jaya, mengeluhkan keterlambatan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain terjadi keterlambatan, pengucuran DAK juga dianggap kurang jelas.Menurut Firman, DAK untuk Diskes Maros pada Tahun Anggaran 2008 berkisar Rp 11 miliar. Namun, hingga berakhirnya tahun anggaran per 31 Desember, dana tersebut belum juga cair seratus persen.
|
| | Kamis, 07-08-2008 | | DPRD Maros Bentuk Tim Kasus Dinkes |  | Anggota DPRD Maros membentuk tim untuk menyelidiki adanya perbedaan daftar proyek yang awalnya ada di daftar penggunaan anggaran (DPA) dengan yang ada di rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) senilai Rp 9,1 miliar, Rabu (6/8).
Wakil Ketua DPRD Maros M Hatta Rahman ditunjuk sebagai ketua tim dan beranggotakan para anggota DPRD Maros. Tim ini dibentuk di Ruang Rapat Gabungan yang dihadiri anggota DPRD Maros, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Firman Jaya, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Maros.
|
| | Senin, 21-04-2008 | | BPS-Dinkes Beda Data Warga Mi |  | Kepala BPS Maros Fatahillah membantah meningkatnya jumlah warga miskin di Maros. Menurut Fatahillah, BPS tidak pernah lagi mengeluarkan data selain pada 2005 lalu. Saat itu, kata Fatahillah, jumlah rumah tangga miskin hanya 21.891. "Hingga saat ini, masih data tersebut (Mei 2005) yang kami pegang," tegas Fatahillah, kepada Fajar, Sabtu, 19 April.
|
| | Kamis, 21-02-2008 | | Dinkes Fogging di Mandai dan Bontoa |  | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros gencar melakukan fogging atau penyemprotan ke rumah-rumah penduduk di Kabupaten Maros, untuk mencegah berjangkitnya demam berdarah dengue (DBD).
Hari Rabu (20/2) kemarin, yang mendapat giliran adalah warga Kecamatan Mandai dan Bontoa. Di Kabupaten Maros, terdapat 14 kecamatan.
|
| | Jumat, 18-01-2008 | | Maros Dapat Hadiah Ambulans Menkokesra |  | Dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Ir Baharuddin MM dan Kepala Kantor Bandan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kakesbang Linmas),Drs HM Yanas A Pabokori, merasa kaget tiba-tiba disodori surat tanda bukti penerimaan bantuan mobil ambulans Gawat Darurat Penanganan Bencana dan Penyakit Menular di Kantor Bupati Maros, Kamis 17 Januari kemarin.
|
| | Rabu, 26-12-2007 | | Diare-DB Terus Mengancam |  | Penyakit diare dan demam berdarah (DB) terus mengancam di Kabupaten Maros. Hingga Selasa 25 Desember kemarin, pasien kedua penyakit tersebut terus silih berganti masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang.Meski dalam suasana libur dan cuti bersama, namun petugas RSUD Salewangang terus disibukkan dengan pelayanan terhadap pasien diare dan DM.
|
| | Selasa, 11-12-2007 | | Pasien DB-Diare Masih Silih Berganti |  | Mewabahnya penyakit diare di Butta Salewangang diantisipasi Dinas Kesehatan (Diskes) Maros dengan mewanti-wanti warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kebersihan lingkungan masing-masing.Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Salewangang, dr Edy di kantornya, Sabtu 8 Desember lalu menyatakan, sampai sekarang penderita diare masih terus silih berganti, masuk rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Selain mewaspadai terjadinya peningkatan kasus, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap diare maupun demam berdarah (DB).
|
| | Senin, 03-12-2007 | | Pasien DB Terus Berdatangan |  | Anggaran fogging yang ditunggu-tunggu Dinas Kesehatan (Diskes) Maros akhirnya cair. Meski dinilai terlambat, namun petugas kesehatan langsung melakukan pengasapan di daerah yang selama ini dianggap endemik deman berdarah (DB), di antaranya kompleks perumahan Palu Cipta Permai Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale, Sabtu 1 Desember.Dana foggingnya sebesar Rp38 juta. "Meski tergolong kecil dibanding luas wilayah endemik yang harus diasapi, namun dengan dana tersebut kita sudah bisa melakukan pengasapan, terutama di daerah yang ada kasus DB," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Bersumber Binatang (PBB) Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Said Jalil SKM M.Kes di sela-sela pengasapan.
|
| | Jumat, 30-11-2007 | | Pasien DB Penuhi RSUD Salewangang |  | Penyakit deman berdarah (DB) meluas di Kabupaten Maros. Kondisi tersebut membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang sesak dengan pasien DB, Kamis 29 November Kemarin.Bahkan sesuai pemantauan, ada 20-an pasien DB menjalani perawatan inap di rumah sakit tersebut. Sebanyak 18 anak dirawat di bangsal perawatan umum dan anak. Kemudian selebihnya di puskesmas di masing-masing kecamatan.
|
| Hal :1 2 Halaman 1 - 12 dari 2 halaman | |
|
|
 |
|
|