Untitled Document

|
| Sabtu, 05-09-2009 | | Anak-anak Rawan Kena Flu Babi |  | BANTAENG -- Penyebaran virus H1N1 mulai disikapi Departemen Kesehatan Indonesia, khususnya Dinas Kesehatan Sulsel. Masuknya virus H1N1 yang lebih akrab dikenal dengan flu babi membuat Dinkes Sulsel semakin aktif melakukan sosialisasi tentang penyakit ini.Walaupun secara nasional, belum ada warga Indonesia yang positif terjangkit virus yang mematikan tersebut.
|
| | Rabu, 21-01-2009 | | Bantaeng KLB Demam Berdarah |  | Korban sudah 48 Orang
BANTAENG-- Korban Demam Berdarah (DB) di Bantaeng bertambah. Hingga Selasa kemarin, tercatat sudah 48 korban menjalani rawat inap di rumah sakit. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pun menyatakan sebagai Kasus Luar Biasa (KLB)."Sudah ada surat dari bupati menyatakan kejadian ini sebagai KLB. Kami pun sudah melakukan penyisiran dengan melakukan fogging dan pembangian abate," kata Wakil Pelaksana Penanggulangan Penyakit DB Bantaeng, H Jamaluddin, kemarin.
|
| | Sabtu, 14-06-2008 | | RSUD Bantaeng Butuh Rp 11 Miliar |  | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng membutuhkan anggaran sekitar Rp 11 miliar supaya dapat melaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Bantaeng.
Anggaran tersebut, untuk penambahan tempat tidur beserta peralatannya sebanyak 44 unit dan pembangunan gedung baru untuk ruang rawat inap kelas tiga.
|
| | Kamis, 24-04-2008 | | Membaik, Penderita Gizi Buruk Pulang |  | DUA penderita gizi buruk yakni Irsan, dan Jumalia akhirnya diizinkan pulang dari RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, Bantaeng. Kedua bocah gizi buruk itu diizinkan pulang, setelah kondisinya sudah membaik. "Dia sudah membaik jadi saya minta pulang saja, apalagi saya sudah satu bulan di rumah sakit.
|
| | Kamis, 10-04-2008 | | Dua Penderita Gizi Buruk di RSUD Anwar Makkatutu |  | Dua bocah penderita gizi buruk menjalani perawatan intensif di RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu, Bantaeng. Kedua bocah nahas itu adalah Irsan, 4, dan Jumalia,10 bulan.
Oleh dokter, kedua bocah itu didiagnosa menderita gizi buruk karena kekurangan asupan gizi.
|
| | Rabu, 02-04-2008 | | Hadi Djamal Kunjungi Penderita Gizi Buruk |  | Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel III, Hadi Djamal, mengunjungi Irsan (4), penderita gizi buruk yang saat ini di rawat di RSUD Anwar Makkatutu, Kota Bantaeng, Senin (31/3).
Bocah warga Desa Bonto Rannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, ini sudah 16 hari dirawat di bangsal anak rumah sakit itu.
|
| | Senin, 24-03-2008 | | Penderita Gizi Buruk Dipaksa Tinggalkan RS |  | Penderita gizi buruk asal Kalamassang, Kecamatan Pajjukukkang, Aco, 2 bulan, meninggalkan Rumah Sakit (RS) Prof Makkatutu, Bantaeng, akhir pekan lalu. Padahal, kondisi badannya belum normal. Berat badannya hanya sekitar tiga kilogram, jauh dibawa berat badan normal untuk bayi seusianya.
|
| | Jumat, 14-03-2008 | | Satu Pasien Demam Berdarah Meninggal Dunia |  | Seorang pasien demam berdarah (DB), Safira, 3, meninggal dunia di Rumah Sakit Prof Makkatutu, Bantaeng, Senin lalu. Korban yang dilarikan ke rumah sakit pada dinihari itu, hanya sempat menjalani perawatan beberapa jam saja. Tewasnya Safira membuat daftar pasien demam berdarah di Bantaeng bertambah panjang.
|
| | Jumat, 22-02-2008 | | Pasien Demam Berdarah Membeludak |  | RUMAH Sakit Umum Prof Anwar Makatutu, Bantaeng, kebanjiran pasien demam berdarah. Sejak awal Februari, jumlah penderita sudah mencapai puluhan orang. Angka ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Umumnya yang terserang adalah balita dan anak-anak. Belum ada korban jiwa akibat demam berdarah.
|
| | Sabtu, 09-02-2008 | | Atasi Gizi Buruk, Dinkes Bantaeng Anggarkan Rp60 Juta |  | Untuk mengantisipasi dan mengatasi serangan penyakit gizi buruk yang menyerang anak-anak, Pemkab Pemkab Bantaeng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), telah mengalokasikan dana dalam APBD 2006 ini, Rp60 juta. Walau Bantaeng masih aman dan belum ditemukan adanya anak yang menderita penyakit gizi buruk, Pemkab Bantaeng sejak dini sudah mengantisipasinya.
|
| Hal :1 Halaman 1 - 12 dari 0 halaman | |
|
|
 |
|
|