Untitled Document
|
|
|

| Sabtu, 05-09-2009 | | Antisipasi DBD, Dinkes Lakukan Fogging |  | Palopo, Tribun - Memasuki musim penghujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) senantiasa mengancam warga. Tiap tahunnya, penyakit yang belum ditemukan obatnya ini merenggut nyawa. | Tahun ini, DBD telah merenggut nyawa seorang bocah yang baru berumur tiga tahun, Besse. Besse yang dinyatakan positif menderita DBD menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sawerigading Palopo setelah dirawat dua hari.
Hanya berselang dua hari setelah kematian Besse yang beralamat di Keluarahan Pette'ne, Kecamatan Wara Barat, salah satu tetangga korban juga dilarikan ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, yang bersangkutan dinyatakan terserang DBD.
Dalam rangka mengantisipasi merebaknya penyakit DBD, Kamis (23/7) kemarin, dinas kesehatan setempat menggelar fogging atau pengasapan di Keluarahan Ammasaeng, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Pengasapan ini dilakukan setelah salah seorang warga di kelurahan tersebut terserang DBD.
"Fogging akan kita lakukan secara bertahap di beberapa titik yang dianggap rawan mewabahnya penyakit DBD," kata salah seorang pegawai dinas kesehatan.
Menyikapi ancaman DBD yang mulai menelan korban, warga berharap agar pemerintah dapat lebih tanggap dalam melakukan langkah antisipatif. "Jangan nanti ada warga yang terserang DBD, baru dilakukan pengasapan," kata Syafruddin, warga Jl Patang, Palopo.
Agus, warga Jl Veteran, berharap agar dinas kesehatan pro aktif dalam mengantisipasi penyakit DBD. "Paling tidak dinas kesehatan melakukan penyuluhan dan pembagian bubuk abate secara gratis kepada masyarakat," katanya. (wd) () |
|
|
|
|
|
 |
|
|