Untitled Document
|
|
|

| Sabtu, 05-09-2009 | | Anak-anak Rawan Kena Flu Babi |  | BANTAENG -- Penyebaran virus H1N1 mulai disikapi Departemen Kesehatan Indonesia, khususnya Dinas Kesehatan Sulsel. Masuknya virus H1N1 yang lebih akrab dikenal dengan flu babi membuat Dinkes Sulsel semakin aktif melakukan sosialisasi tentang penyakit ini.Walaupun secara nasional, belum ada warga Indonesia yang positif terjangkit virus yang mematikan tersebut.
| Dinkes Sulsel bekerjasama dengan Unicef saat ini aktif melakukan lokakarya simulasi respon pandemi influenza. Perwakilan Unicef, Purwanta Iskandar, saat pembukaan lokakarya di Gedung Pertiwi, Selasa,2 Juni, menuturkan akan bahaya virus tersebut.
Anak-anak dan wanita menurutnya paling rawang terjangkit virus H1N1. Apalagi virus ini penularannya tidak seperti virus jenis H2N2, dari hewan ke manusia.
Akan tetapi dari manusia yang terjangkit virus ini dapat menularkan ke orang lain. “Kalau flu burung, penularannya hanya dari hewan ke manusia, akan tetapi virus H1N1, orang yang terjangkit juga bisa menularkan ke orang lain,” katanya.
Virus ini menurutnya perlu diwaspadai dari sekarang apalagi dengan sudah masuknya virus ini ke negara tetang, Singapura. Saat ini kata Purwanta, negara yang warganya paling banyak terinfeksi virus tersebut adalah Jepang khususnya bagian Osaka.
Purwanta juga menuturkan virus ini terindikasi pernah menyerang Tana Toraja disekitar tahun 1962 atau sebelum pembangunan rumah sakit besar di daerah tersebut. "Warga di sana menamakannya penyakit rabba tiang,"ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantaeng, H Andi Asli Mustadjab, saat membacakan sambutan Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, berharap peserta dapat menyimak dengan baik materi dan simulasi yang dilakukan dalam lokakarya tersebut.
Pelaksanaan lokakarya itu sendiri, dihadiri perwakilan dari enam kabupaten, yaitu Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, dan Bantaeng.
Daerah-daerah ini menurut Kasubdin Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sulsel, Muhammad Anwar, masuk dalam regional tiga. “Pelaksanaan lokakarya ini, kita bagi di lima regional, setelah Bantaeng, kita akan lakukan di Parepare,” ujarnya. (man) (fajar) |
|
|
|
|
|
 |
|
|