Untitled Document
|
|
|

| Minggu, 03-05-2009 | | Bebas Malaria, Prestasi Seluruh Anak Bangsa |  | Hari Malaria Sedunia (HMS) yang diperingati setiap tanggal 25 April merupakan rekomendasi WHO (World Health Organization), yang bertujuan untuk memberantas malaria. Tahun 2009 ini merupakan peringatan HMS yang kedua dan tema yang diangkat “Counting Malaria Out”, yaitu menekan kasus malaria sampai nol. Sedangkan Indonesia sendiri mempunyai slogan HMS “Bebas Malaria, Prestasi Seluruh Anak Bangsa”. Puncak peringatan HMS direncanakan tanggal 6 Mei 2009, yang akan dibuka oleh Menteri Kesehatan RI dengan melaunching program Eliminasi Malaria. | Slogan Indonesia “Bebas Malaria, Prestasi Seluruh Anak Bangsa”, mengandung arti bahwa malaria berkaitan dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan produktivitas kerja. Malaria berbahaya, karena akan menyebabkan anemia, sel-sel darah merah hancur dirusak oleh Plasmodium. Bila malaria menyerang ibu hamil, maka janinnya akan kekurangan darah dan oksigen. Kekurangan darah dan oksigen pada janin akan menghambat pembentukan otak janin sehingga tidak sempurna dan lahirlah anak dengan kualitas berpikir rendah bahkan kematian. Oleh karena itu, malaria harus dikendalikan dan diberantas.
Hal itu disampaikan dr. Rita Kusriastuti, MSc Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Depkes kepada para wartawan dalam rangka menyambut Hari Malaria Sedunia, 22 April 2009, di Jakarta.
dr. Rita Kusriastuti mengatakan, selain kualitas SDM dan produktivitas kerja, malaria juga mempengaruhi pendapatan negara di bidang parawisata dan penanaman modal. Wisatawan takut berkunjung ke daerah endemis malaria dan penanam modal tidak mau menginvestasikan modalnya.
Menurut dr. Rita Kusriastuti, malaria sangat erat dengan kemiskinan, ketertinggalan dan ketidakterjangkauan. Artinya, malaria lebih banyak ditemukan di daerah-daerah penduduk miskin, nelayan, pekerja di hutan, dan petani. Namun, malaria tidak hanya menimpa penduduk/rakyat miskin, orang mampu pun bisa terkena.
Masalah tersebut memerlukan perhatian bukan hanya dari sektor kesehatan saja tapi juga sektor lain (lintas sektor dan lintas program). Kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah juga penting dalam mengendalikan dan memberantas malaria.
Menurut dr. Rita Kusriastuti Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria Anopheles betina yang mengandung parasit malaria, melalui gigitan itu parasit ditularkan kepada orang sehat.
Setiap orang bisa terkena malaria, baik laki-laki maupun perempuan dan pada semua golongan umur. Oleh karena itu, salah satu program pemerintah adalah bagaimana membatasi kembang biak nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan khususnya sumber nyamuk, tambah dr. Rita.
dr. Rita Kusriastuti menyatakan, ada beberapa cara untuk terhindar dari malaria yaitu menghindari atau mengurangi gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur, berada di dalam rumah pada malam hari, mengolesi badan dengan obat anti nyamuk, memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot dengan obat nyamuk dan memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi rumah.
Selain itu, memberantas sarang nyamuk, melipat kain-kain yang bergantungan, mengalirkan atau menimbun genangan air di sekitar rumah, dan menyemprot rumah-rumah dengan racun serangga atau insektisida, serta membunuh jentik-jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id. (Depkes) |
|
|
|
|
|
 |
|
|