Untitled Document :Home |:Tentang Kami |:Profil Kesehatan |:Bukutamu |:Kontak
 
 

Untitled Document
 Renstra  
 
 
 
 








Google
 


Selasa, 04-11-2008 
RS Wahidin Jadi Pusat Pendidikan Jantung Mandiri
Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo resmi menjadi Pusat Pendidikan Jantung dan Pembuluh Darah Secara Mandiri. Peresmian telah dilakukan oleh tim visitasi yang diketuai Prof Dr dr Biran Affandi SpOG (K) FAMM, 25 Oktober 2008 lalu.
Dengan peresmian ini, maka para dokter, khususnya mereka yang bermukim di Indonesia timur lebih mudah untuk menjadi calon-calon spesialis jantung.
 
Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Cardiac Center RS Wahidin Sudirohusodo DR dr Ali Aspar Mappahya SpPD-KKV SpJP(K) FIHA FAsCC dalam keterangan persnya di Gedung Cardiac Center RS Wahidin Sudirohusodo, Senin (3/11).

Menurut Ali Aspar, usaha menjadi Pusat Pendidikan Mandiri dimulai sejak 2001. Dalam perjalanannya mendapatkan banyak rintangan dan kendala.

"Dengan berbagai bentuk persiapan, pendekatan, dan dukungan dari berbagai pihak maka pada tahin 2003, Bagian Kardiologi disetujui sebagai Pusat Pendidikan Jantung dan Pembuluh Darah Tingkat Awal (PSK 2) dimana Surabaya sebagai Bapak Angkat Pendidikan," tambahnya.

Diharapkan pada tahun depan pihaknya sudah dapat mendidik penuh calon spesialis jantung dan memberikan ijazah sebagai spesialis jantung dan pembuluh darah.

Fasilitas dan SDM
Mengenai fasilitas yang tersedia di RS ini, Prof Ali mengatakan, sudah dapat menyaingi dan disamakan dengan beberapa rumah sakit di Jakarta maupun di Pulau Jawa. Karena itulah, ia mengatakan, kini pasien jantung baik di Kota Makassar mapun di Kawasan Indonesia Timur tidak perlu lagi jauh-jauh untuk memeriksakan penyakitnya.

Sementara itu, RS Wahidin juga memiliki tenaga-tenaga yang ahli di bidang kardiologi. Sampai saat ini jumlah dokter peserta didik sebanyak 7 orang dan satu orang telah selesai menjadi dokter ahli jantung.

Satu lagi terobosan yang akan dilakukan RS Wahidin untuk pertama kalinya di Indonesia Timur. Yakni program telekardiogram yakni program pengiriman rekam jantung (EKG) jarak jauh dengan Call Center di Cardiac Center RS Wahidin.

Anggota Kehormatan
TAK hanya membentuk pusat pendidikan Jantung dan Pembuluh Darah Secara Mandiri yang menjadi kebanggan Kota Makassar, dua dokter spesialis jantung RS Wahidin ini pun dilantik menjadi Anggota Kehormatan ASEAN College of Cardiology.

Mereka adalah Prof dr Junus Alkatiri SpPD-KKV SpJP(K) FIHA FAsCC dan DR dr Ali Aspar Mappahya SpPD-KKV SpJP(K) FIHA FAsCC.

Kini Anggota Kehormatan ASEAN College of Cardiology berjumlah sekitar 78 anggota dari delapan negara ASEAN. Untuk menjadi Anggota Kehormatan ASEAN College of Cardiology, kedua dokter spesialis ini harus bersaing dengan sejumlah dokter spesialis jantung lainnya di ASEAN. Dan terbukti, keduanyalah yang memiliki kompetensi dibanding yang lain untuk menjadi Anggota Kehormatan ASEAN College of Cardiology.
(Tribun)
 
 

Untitled Document
 Unit Kerja Kab/Kota
   :Bantaeng
   :Barru
   :Bone
   :Bulukumba
   :Enrekang
   :Gowa
   :Jeneponto
   :Luwu
   :Luwu Timur
   :Luwu Utara
   :Makassar
   :Maros
   :Palopo
   :Pangkep
   :Pare-Pare
   :Pinrang
   :Selayar
   :Sidrap
   :Sinjai
   :Soppeng
   :Takalar
   :Tator
   :Wajo

Copyright ©2007 Dinkes Provinsi Sulsel All rights reserved
Developed by Script Intermedia