Untitled Document
|
|
|

| Rabu, 10-09-2008 | | Dana Awal RS Gratis Rp 1 M |  | Pemprov Sulsel tahun ini berencana membangun rumah sakit (RS) gratis. Anggaran awal untuk membangun RS tersebut diusulkan Rp 1 miliar.Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, usai menghadiri Dies Natalis ke-52 Unhas, di Baruga AP Pettarani, Selasa 9 September, mengatakan bahwa RS ini yang akan menjadi pusat rujukan puskesmas di daerah ini. | Lokasinya di Bulurokeng dan berkapasitas 1.000 tempat tidur. Setara dengan kelas III RS Umum yang ada di Sulsel.
Ketua Dewan Penyantun Unhas ini menambahkan, masyarakat dapat menikmati sarana dan pelayanan layaknya rumah sakit umum. "Pokoknya semua pelayanan rumah sakit ada. Termasuk operasi. Mudah-mudahan DPRD setuju mengenai anggaran pembangunannya nanti," ujar Syahrul.
Pembangunan RS gratis ini adalah program pemerintahan Syahrul. Dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya. Tahap awal, dalam APBD Perubahan diusulkan Rp 1 miliar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Saad Bustan, mengatakan, fasiltas yang dimiliki RS yang memiliki pelayanan gratis ini, antara lain; AC, air bersih, dan ruang operasi.
"Kesehatan gratis, bukan berarti pelayanan minim. Justru RS ini nantinya akan menjadi percontohan pelayanan kesehatan RS di Sulsel, bahkan termasuk RS swasta. Anggaran awal kita usulkan Rp 1 miliar untuk perencanaan dan amdal RS ini," janji Saad.
Dies Natalis
Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, dalam orasi ilmiahnya bertajuk Peran Strategis Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim, pada Dies Natalis ke-52 Unhas, di Baruga AP Pettarani Unhas, Selasa 9 September, meminta Unhas lebih kreatif. Terutama untuk diaplikasikan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
"Tataran akademik tidak cukup untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Apalagi, fakta menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan ditandai meningkatnya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Tidak sebanding dengan upaya perbaikan dan pemulihan tingkat kerusakan dan pencemaran lingkungan," ungkap Rachmat. (Fajar) |
|
|
|
|
|
 |
|
|