Untitled Document
|
|
|

| Senin, 02-06-2008 | | Gusi sehat adalah bagian dari senyum sehat |  | Senyuman adalah ekspresi muka seseorang yang paling dikenali kebanyakan secara universal, membantu untuk menggambarkan kegembiraan, kepercayaan diri, ketertarikan, kemampuan sosial dan ketulusan seseorang. Saat ini, sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of Peridontology (JOP) Februari 2008, publikasi resmi American Academy of Periodontology (AAP), sebuah senyum dapat juga membantu menunjukkan gigi dan gusi yang sehat. Para ilmuwan menemukan bukti bahwa penyakit periodontal atau gusi dapat berdampak negatif pada pola senyum seseorang dan mengubah seseorang mengeluarkan emosi positif melalui senyuman. | Studi yang dilakukan di Universitas Michigan, meninjau pola senyuman 21 pasien periodontal saat melihat acara program komedi. Titik pengukuran ditentukan awal melalui segmen, para ilmuwan menguji 3 dimensi setiap senyuman pasien : lebar mulut horizontal (dalam mm), lebar pembukaaan mulut (dalam mm) dan jumlah gigi yang ditunjukkan. Sebagai tambahan, para ilmuwan juga mencatat berapa kali menutup mulutnya ketika menonton acara tersebut. Persepsi individual bagaimana kualitas hidup pasien dipengaruhi oleh kesehatan oral juga dipertimbangkan. Kemudian data ditinjau ulang bersamaan pengujian klinik kesehatan gusi seseorang.
Penulis studi, Dr. Marita R. Inglehart mengatakan bahwa karena penyakit gusi sering ditemui pada sejumlah orang dewasa. Senyum memainkan peran penting dan bermakna dalam keseluruhan arti sehat. Sebelum temuan ini menyarankan bahwa senyuman dapat berdampak interaksi sosial, kepercayaan diri dan dapat mempengaruhi bagaimana persepsi seseorang terhadap yang lain.
Studi menemukan indikasi penyakit gusi dapat berdampak pada bagaimana seseorang tersenyum. Semakin banyak gejala penyakit gusi ditemukan dalam mulut pasien, seperti geseran gigi, semakin sering pasien menutupi mulut ketika tersenyum atau membatasi lebar senyum ketika membuka mulut ketika tersenyum. Sebagai tambahan, semakin banyak luka gusi terlihat pada pasien, semakin sedikit gigi yang ditunjukkan ketika tersenyum. Cara pasien menerima kualitas hidup sebagai hasil dari kesehatan oral mereka juga secara bermakna berkaitan dengan jumlah gigi yang dipengaruhi oleh penyakit gusi.
Dr. Susan Karabin, DDS, presiden AAP mengatakan bahwa telah diketahui luas penyakit gusi berkaitan dengan kesehatan sistemik. Hasil ini membantu menunjukkan bahwa penyakit gusi dapat berdampak nyata pada kualitas hidup sehingga menjaga kesehatan gigi dan gusi seseorang merupakan hal yang semakin penting.
sumber:kalbe.co.id
(Admin) |
|
|
|
|
|
 |
|
|