Selamat Datang


Website ini merupakan media untuk menampilkan profil wilayah dan kesehatan yang diharapkan dapat memberikan berbagai macam data dan informasi terkait dengan program kerja maupun kegiatan kami kepada masyarakat
 
Makassar,  22  Maret 2010
Kepala,
Dr.dr.H.Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM

Pengumuman

Buruknya sanitasi lingkungan masyarakat berdampak buruk terhadap kematian anak E-mail
Friday, 18 May 2012

Buruknya sanitasi lingkungan masyarakat berdampak buruk terhadap kematian anak dan balita. Menurut studi Bank Dunia tahun 2007, 19 persen kasus kematian anak di bawah usia 3 tahun (100.000 kematian anak balita) setiap tahun akibat diare.Secara umum, setiap tahun rata-rata 100.000 anak meninggal dunia karena diare di Indonesia. 273 balita(perhari), 11 nyawa balita [perjam]. Di dunia, diare adalah pembunuh balita tertinggi. Kematian balita akibat diare di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah malnutrisi. Bahkan kematian anak akibat malnutrisi juga tidak lepas dari serangan diare. Berdasarkan profil kesehatan Sulsel tahun 2011, sebanyak 25,2% anak meninggal karena diare. Hal ini menandakan bahwa kondisi sanitasi di Sulsel masih rendah.

Last Updated ( Friday, 18 May 2012 )
 
Rapat Tim Penilai Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tk Prov Sulsel Th 2012 E-mail
Wednesday, 09 May 2012
by gaffar 

         Sebagai wujud kepedulian Pemerintah RI terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas dengan dilaksanakannya Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2012. Kegiatan ini berlangsung setiap tahunnya untuk memilih tenaga-tenaga kesehatan yang memiliki potensi, loyalitas dan perilaku yang baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah. Penamaan teladan bagi seorang tenaga kesehatan tidaklah mudah karena harus melewati proses seleksi di tingkat Kabupaten / Kota. Juara-juara Kabupaten / Kota tersebut kemudian berkompetisi di Tingkat Provinsi untuk memperebutkan Peringkat I (pertama).

        

Last Updated ( Friday, 11 May 2012 )
 
Pemutakhiran Data Profil Kesehatan Tk.Kab./Kota Tahun 2011 E-mail
Wednesday, 25 April 2012
Sistem informasi Kesehatan (SIK) Kementrian Kesehatan RI sebagai salah satu dari empat strategi utama dalam mendukung pencapaian masyarakat Indonesia yang sehat dan mandiri. Sebagai suatu strategi harus terintegrasi dengan subsistem lain dalam sistem kesehatan. Selain itu, Sistem Informasi Kesehatan adalah tulang punggung bagi pelaksanaan Pembangunan Daerah berwawasan kesehatan di program yang bersangkutan, oleh karena itu sistem ini diharapkan dapat menyediakan data dan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan sebagai landasan bagi para penentu kebijakan dalam pengambilan keputusan berlandaskan fakta (evidence based decision making).
Last Updated ( Wednesday, 25 April 2012 )
 
Rapat Koordinasi Penyusunan Program dan Rencana Kerja E-mail
Tuesday, 17 April 2012
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, telah ditetapkan arah RPJMN Tahap II yaitu perlunya memantapkan penataan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), membangun kemampuan IPTEK serta memperkuat daya saing perekonomian. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) 2005-2015 dalam tahap ke-2 (2010-2014), kondisi pembangunan kesehatan diharapkan telah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan dengan membaiknya berbagai indikator ini pembangunan Sumber Daya Manusia, seperti meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat, meningkatnya kesetaraan gender, meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan perindungan anak, terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk serta menurunnya kesenjangan antar individu, antar kelompok masyarakat dan antar daerah.

Last Updated ( Saturday, 21 April 2012 )
 
Pemutakhiran Data Kesehatan Nasional E-mail
Tuesday, 10 April 2012

Pusat Data dan Informasi Kesehatan Kemenkes RI menyelenggarakan Pemutakhiran Data Kesehatan Nasional pada tanggal 26 -29 Maret 2012 di Hotel Royal Bogor, acara yang dibuka oleh Kepala Pusdatin dr. Jane Supardi  dihadiri oleh 33 provinsi serta unit utama Kemenkes RI. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan, ketepatan waktu, dan kualitas data kesehatan serta data yang terkait baik di pusat maupun daerah. Di samping itu bertujuan untuk menghimpun data kesehatan dan data yang terkait dari berbagai sumber (kabupaten/kota, provinsi dan pengelola program di pusat dan meningkatkan kelengkapan kualitas dan ketepatan waktu data kesehatan dari daerah mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pengelolaan data/informasi kesehatan mendapatkan masukan dari daerah dan lintas program mengenai upaya peningkatan tingkat ketersediaan dan kualitas data kesehatan sehingga dapat tersusun buku profil kesehatan Nasional, Provinsi dan kab./kota.

 

Last Updated ( Saturday, 21 April 2012 )
 
Pertemuan Tenaga Penyuluh Kesehatan Tk Provinsi Sulsel, Gubernur Sulsel Menjelaskan Konsep "PAKUI" E-mail
Sunday, 01 April 2012
 Pertemuan Tenaga Penyuluh Kesehatan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Boulevard Jl. Boulevard Makassar pada hari Sabtu 31 Maret 2012, dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH). Pada pertemuan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan menghimbau kepada  Penyuluh kesehatan supaya wajib menguasai konsep PAKUI. Konsep PAKUI merupakan kunci sukses dalam melakukan penyuluhan kesehatan. PAKUI merupakan akronim dari Pray (doa), Attitude (karakter/watak), Knowledge (ilmu pengetahuan), Ulet, dan Impian.
 
Pertemuan Koordinasi Data Rutin Triwulan 1 Tahun 2012 E-mail
Wednesday, 28 March 2012
Dalam rangka meningkatkan manajemen kesehatan dan mewujudkan komitemen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membuat perencanaan dan melaksanakan kegiatan yang responsif gender, di perlukan dukungan data dan informasi yang lengkap, akurat dan mutakhir serta terpilah menurut jenis kelamin. Tim Pokja data dan informasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama untuk membangun suatu sistem data dan informasi yang terintegrasi. Di bidang kesehatan, data dan informasi diperoleh melalui penyelnggaraan sistem informasi kesehatan, baik dari fasilitas pelayanan kesehatan, unit-unit kesehatan lainnya, sektor terkait, maupun dari hasil berbagai survei, sistem informasi kesehatan diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi kesehatan yang berkualitas (lengkap,akurat, up to date, dan konsisten), sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan di kabupaten/kota, provinsi dan pusat.
Last Updated ( Sunday, 01 April 2012 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 22 of 361

Polling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Gratis
 

Cari....

Who's Online

We have 2 guests online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini127
mod_vvisit_counterKemarin193
mod_vvisit_counterMinggu Ini1163
mod_vvisit_counterBulan Ini4179
mod_vvisit_counterSemua149115